Lingkaran Bundar

Kadang-kadang kekonyolan dan ejekan sangat menyenangkan
Hal-hal yang benar sudah lama tidak tampak
Kalau terjadi, artinya ada empat senyum dalam lingkaran
Aku suka empat senyum
Empat yang menjadikan konyol itu glitter,
atau manik-manik,
atau guci antik asli buatan cina

Lingkaran tempat aku menggelinding
Bersama-sama ke bawah langit-langit yang berbeda
Dari gelindingan itu titik-titik berputar
Dan aku bersentuhan dengan tiganya
Ikut mengambil perasaan, pikiran, pendapat, dan kesimpulan
Dan semua itu selalu menjadi emas murni di otakku
Menjadi platina di hatiku
Harganya mahal, tapi selalu stabil
Menjadi tabunganku, berguna untukku sekarang dan nanti

Tekad mungkin bulat, tapi bisa keropos
Lingkaranku pun mungkin bundar, tapi tidak selalu cerah
Aku tidak suka jika kurva melengkung membuka ke bawah ada di titik puncak
Lingkaran jadi beku, tapi panas
Lingkaran jadi membakar dalam dingin
Kadang aku lelah dan ingin mengempiskan lingkaran bundar

Tapi kembali, selalu kembali aku kepada
Ketika kekonyolan dan ejekan sangat menyenangkan
Hal-hal yang benar sudah lama tidak tampak
Kalau terjadi, artinya ada empat senyum dalam lingkaran
Aku suka empat senyum
Empat yang menjadikan konyol itu vas bunga mahal,
atau sebuah foto dengan teknik pencahayaan dan angle yang sangat artistik,
atau warna-warna stabilo di kolom weekdays agenda

Lingkaran memang bundar
Tapi ketika dia mampir di otakku
Aku melihatnya seperti bintang
Ketika dia meresap di dadaku
Aku mendapatinya berwujud hati
Bergelung ombak badai dan benci
Aku jadi tahu kurva yang ke bawah memang selalu melelahkan
Tapi biarlah itu dihapus
Aku akan ingat ketika senyum ada empat
Empat yang membuat konyol menjadi bintang Bellatrix di malam hari,
atau gelang etnik Bali di pergelangan tangan,
atau sebuah liontin berlian di tengah rantai polos
Aku suka lingkaran bundar ini
Senang dan sayang lingkaran ini, aku
Sungguh-sungguh

1 comments:

Jeanne Eureka said...

wauw lo bikin sendiri jap? COOOOL!