kalau saya di dunia sihir

saya mungkin bakal seneng ke toko buku di diagon alley.
terus setiap kali mau naik jetcoaster, saya hanya butuh mengambil uang di bank goblin itu, ah apa namanya... sial, sudah lupa. harus baca harry potter lagi. pokoknya di situ kan ada kereta bawah tanah yang seru itu, bisa lihat stalaktit dan stalagmit pula :P

kayaknya saya bakal suka pelajaran charms - mantra, dan potion mungkin juga menarik. potion tampaknya mirip kimia SMA. di lab, dengan berbagai bahan. asal gurunya bukan snape saja. hahaha. eh mungkin tidak apa-apa kalau gurunya snape, toh dia bencinya cuma pada harry potter.

saya pasti akan mengunjungi knocturn alley. yaaah, hitung-hitung hanya untuk memacu adrenalin :p

dan saya akan sangat menantikan kelas 3 saya, saya ingiiiiiiiin sekali ke hogsmeade. mencoba butterbeer. dan makanan lainnya.

kalau saya ikut tim quidditch, eh gimana sih tulisannya? ya itulah ya, quidditch, saya ingin jadi beater. chaser juga boleh lah. tapi saya tidak ingin menjadi snitcher - saya tidak teliti. melihat benda sekecil itu di tengah lapangan besar?? @_@ lagi pula, snitcher selalu dilindungi beater hehe. so, long live beater!

saya kepingin punya burung hantu warna putih! hiaa

dan kalau sudah kerja, saya tidak keberatan kerja di kementerian sihir, bagian... tata kota. hahahhahaha. dunia sihir butuh laaah tata kota. dan saya juga akan menjaga bagaimana caranya supaya dunia sihir tidak tampak oleh muggle, dan skenario-skenario setiap kali ada kebocoran heboh kepada muggle, serta jalan-jalan masuk yang aneh-aneh menuju dunia sihir. mungkin saya akan jadikan ambulans hantu yang ada di bandung sebagai salah satu akses ke kementerian sihir :p

hmm... apalagi ya yang bisa diimajinasikan?

ooooh, saya kepingin masuk ravenclaw! gryffindor juga boleh, tapi preferensi saya lebih ke ravenclaw hehehehe. slytherin... hmm jangan deh takut dibuli :p

plat mobil

suatu hari di daerah grogol, di tengah kemacetan tol, saya melihat sebuah mobil hitam, lupa jenis apa tapi wujudnya semacam CRV tapi saya tau itu bukan CRV, sepertinya sesuatu yang lebih amerika, bukan honda dan jepang-jepang yang lain. mobil itu berplat nomor:
B 1071 NJA

entah kenapa saya jadi teringat biotinja. rasanya seperti mendengar pembangkit energi terbarukan yang baru ditemukan peneliti. biotinja, mirip-mirip dengan biogas, biosolar...

kata tante saya, dia pernah melihat sebuah mobil di bandung dengan plat D 1 ET.

dan saya pernah melihat D 13 T.

diet.

tapi itu masih mending, soalnya tante saya juga pernah melihat D 14 RE.

men, seriuslah, masa beli nomer mahal-mahal malah bikin diare? @_@" hahahaha

oh, dan waktu saya SMA, saya pernah melihat sebuah mobil bagus, merah, dan platnya B 1680 SS.
yeah, hello big boss. like a boss. rock on, boss! \m/

ah iya, jadi ingat plat nomor mobil di film rumah dara. D 461 NK atau D 461 NG.
lupa. intinya: daging.
hahaha, waktu itu nonton rumah dara bareng ivan dan aldy. saya tutup mata pakai tangan. aldy tutup muka pakai tas. -__-
dan ivan cekikikan -________________-
men, selucu-lucunya cara si dara itu bicara, bukannya tetap miris melihat step-step seseorang dibunuh dengan sadis, darah di mana-mana, gergaji mesin... *hoek*

oh, ada plat nomor yang menarik juga. waktu itu kondisinya lagi menyeberang di jalan ganesha bareng avi, dari itb mau ke salman, dan avi sedang curhat mempertanyakan kesanggupannya akan sesuatu kewajiban. pas lagi menyeberang, muncullah mobil ini di kanan kami. platnya adalah: B 154 VI

bayangkan rentetan kejadian ini dalam fast motion:
pertama saya langsung merecognize 154-nya karena sama seperti kode jurusan saya. setelah itu dalam hati saya membaca,"ISAVI". kemudian, saya melihat huruf depannya, dan itu adalah "B", dan saya melambat di tengah penyeberangan itu, lalu saya melafalkan,"BISA, VI!"

orang bisa menyebutkan itu kebetulan yang sangat kebetulan sekali, kebetulan tidak berarti, ah-hanya-kombinasi-huruf-dan-angka, atau jawaban dari Tuhan. tapi saya lebih suka mengartikannya sebagai jawaban dari Tuhan. hehe.

anyway, kalau saya punya mobil sendiri, saya tidak mau pesan nomor, ah.

mengerjakan sesuatu yang bodoh

waktu gue kecil, gue punya sabun batangan.

bukan gue yang punya sih, tapi intinya sabun itu adalah sabun yang ada di rumah gue yang sering gue gunakan untuk cuci tangan.

singkat cerita, sabun itu mengenai sesuatu yang kotor. gue sendiri lupa itu apa tapi yang jelas itu bikin gue jijik.

so, gue ambil sabun itu, membilasnya dengan air, dan mengambil sabun lain, lalu gue mulai membersihkan sabun yang kotor itu dengan sabun yang lain.

demikian hal ini berlangsung selama beberapa saat di tengah keheningan.

satu,

dua,

tiga...

tiba-tiba serangkaian informasi listrik menjalari saraf-saraf tubuh gue dan tiba di otak dengan mengejutkan; sebuah kesadaran datang.

ya ampun, apa yang sedang gue lakukan?

gue mencuci sabun.

gue menyabuni sabun.

...




astaga, itu tolol sekali.

sabun itu cepat-cepat gue bilas dengan air, lalu gue letakkan kembali di tempat semula, dan pergi menjauh dari wastafel.

tidak. tidaktidaktidak. barusan tidak terjadi apa-apa.

metoda

di tengah liburan di pulau dewata ini...

bohong, deng :p

iya, iya, di tengah liburan di ibukota ini, gue teringat cerita itu.
cerita apa?
yang itu, yang suatu sore yang merdu di sekre HMP, tiba-tiba gue merasa ada bagian dari diri gue yang hilang.
"EH METODA GUE MANA? METODA GUE MANA?"

ael, tanpa merasa panik, malah jadi bingung ni-anak-ngemeng-ape
"hah? apa jap? metoda?"

...

"eh, maksud gue, dompet, el..."

dan percakapan itu dimasukin lah ke tumblr oleh ael.
biasalaaaah, doi.

anyway, bukan masalah metoda yang itu sih yang ingin gue kisahkan.

metoda analisis perencanaan?

haha, ya kali. bukan itu.
jadi, intinya, alkisah...

ada gue.

gue yang baru menyadari betapa pentingnya, indahnya, dan baiknya untuk bersyukur.

dan gue yang labil, gak kunjung stabil
jadi penting men, latihan konsisten

dan dua teman gue punya metoda yang canggih untuk mempertajam kemampuan hati untuk selalu bersyukur dan melihat sisi positif seburuk apapun sesuatu yang menimpa serta metoda gaul untuk memperkuat diri dalam menghadapi gejolak-gejolak labil dunia dalam kekonsistenan yang pasti.

yang pertama, si aszafaika memutuskan untuk setiap hari menulis tentang "The Best Thing That Happened on (today)".
gue rasa itu sangat cool dan sangat bisa membuat orang melihat dengan kacamata positif terus.

yang kedua, si gavrila yang berkomitmen untuk menulis satu cerpen setiap hari selama satu tahun. selama setahun itu setiap harinya harus nulis, padahal gak setiap hari ada waktu, kan? dan yang pasti, ga boleh kelupaan.

gue pernah sih bikin target gitu, tapi bukan target harian. jadi ceritanya tahun 2010 gue melupakan buku, males baca, dan ga ada duit buat beli juga hahaha. jadi akhirnya desember kemarin gue memutuskan untuk baca minimal 12 buku di tahun 2011. tapi yaudah, gitu doang.

mungkin... metoda-metoda semacam punya teman-teman gue tadi bisa jadi inspirasi juga buat gue.

ular tangga

waktu gue kecil, gue pernah menghadapi suatu fase kebosanan dalam hidup.

haha, gak deng. tapi kebosanan dalam belajar.

anak SD yang labil aja belom, tapi udah males mikirin pr buat besok, akhirnya mendapat suatu cara untuk mengatasi semuanya.

jadi, gue mengimajinasikan gue sedang ada dalam suatu permainan, yaitu ular tangga.

papannya?

rumah gue.

jadi, gue bikin jalur gitu, dan di beberapa spot gue letakkan barang-barang favorit gue. sebelum gue mulai belajar, gue bikin makanan, beli tiniwinibiti, gue cari buku, mainan, dll, lalu diletakkan di spot-spot itu. gue mulai dari ruang keluarga dan finish-nya di kamar gue. kayaknya, finishnya kasur deh. haha.

jadi, setiap gue sudah mencapai achievement tertentu, misalnya; udah ngerjain 5 soal, gue akan maju ke pos berikutnya.

hihi, itu seru loh dulu.

tapi gue ga bisa ngebayangin ini diterapkan di kuliah. bisa-bisa kerjaan gue ga selesai hahahaha

i must have faith

pandangan saya memang sempit. hanya bisa melihat beberapa puluh derajat dari kedua bola mata saya ini, tidak bisa menembus batas-batas tegas waktu yang membentang di antara jarum-jarum jam.

saya kecewa untuk yang sekarang - apakah salah langkah ataukah ini di perjalanan - tapi ini cukup menyedihkan.

tapi saya ingat kembali siapa yang bersama saya, Tuhan.

saya yakin Allah akan membantu saya di sini, Dialah yang pasti akan menuntun saya, menerangi jalan saya, menuju ke sesuatu, sesuatu yang tidak bisa saya bayangkan kebaikannya.

mungkin memang jalan yang dilalui agak berbatu, atau berbahaya... tapi... i have faith

:)

holiday!

in the middle of this holiday :D, i'm doing something i call 'productive'!
I - have - job :D


well, sometimes those works just getting more and more boring. so, last thursday, i watched dance perform in Erasmus Huis. the first routine was a bit abstract, but over all i really enjoy the show.




then, the next day i decided to cook egg


with tomato and onion,



and, of course, cheese! :D


that was delicious :9

hmm, i like spontaneous things, especially unplanned-plan-in-a-holiday.
haha.
yup, i made that unplanned appointment with avi. we were gonna meet in passer baroe.
and i passed this:

it's banjir kanal timur, or usually known as BKT. cipinang indah developed real fast after BKT has been built. good then. you save us from flood (Y)

i also invited jeanne to passer baroe. i bought ando (haha) and we just walked around passer baroe, for about 2 hours or more, waiting for avi who was stuck in transjakarta (hahahaha)

and we found a nice place: kantor berita antara!









the next morning i delivered avi to her grandma's house and there are many exciting spot to take pictures!!! great gardens, great houses, ahey :B




in the afternoon i went to depok (by kereta ekonomi, huff. haha) to have lunch with jeanne, indi, and dimba.
then i went to UI and visit the new library! yeah









in the evening, indi, jeanne, ditha, and i went to kemang to see the groove (Y)




but i don't forget my job. he--

mbak anka, itu apa?

suatu hari yang tidak terlalu cerah, ketika saya masih SMP dan agak sedikit nakal, sepupu saya yang masih SD kelas muda datang.

acha: mbak anka, itu apa? (nunjuk kawat gigi saya yang warna-warni)
saya: oh, ini? permen.
acha: permen?
saya: iya, enak deh. manis gitu :) (senyum ramah, ngejilat kawat) aduh, enak banget, manis banget. enak deh, cha.
acha: (melongo)
saya: (terus ngemut-ngemut kawat, pura-pura sedang menikmati)

(ibu dan bude dewi datang)

ibu: yok, pulang an.
saya: dadah achaa :) (pergi)
acha: (ke bude dewi) ibuuu pengen permeeen
bude dewi: permen apa? itu ada permen banyak di dalem
acha: gamau. maunya yang itu yang di gigi
bude dewi: permen apa sih? yang kayak apa?
acha: itu permen yang itu :'(

(di kejauhan)
ibu: kamu ngomong apa hayo ke acha? ngerepotin bude dewi aja sih.

:P