Lebaran Terlelah

Bangun tidur hari ini diiringi rasa pegal pada kaki dan pantat saya. Kemarin lebaran, dan kemarin saya mudik, dan sekarang sudah di Jakarta lagi.

Semenjak diresmikannya tol Cipularang, akses dari ibukota ke Kota Kembang jadi semudah mendapat pacar di iklan Ponds. Tidak usah repot-repot dan mabok-mabok di jalanan Puncak yang berliku-liku seperti kehidupan ini (haha), tinggal lurus saja dari Jatiwaringin, mikir sebentar, tiba-tiba sudah Pasteur (untung bukan saya yang nyetir, jadi derita sesungguhnya tidak terasa :p).

Yak, balik lagi, lebaran ini sangat melelahkan. Mungkin, alasan keduanya adalah keluarga kami pulang pergi. Alasan pertamanya adalah... sepupu-sepupu saya.

Untuk gambaran saja, di keluarga saya, jumlah generasi ketiganya (generasi saya) ada 11 cucu dari 7 anak. Jumlah yang banyak mungkin menyenangkan, tapi yang menyebalkan adalah rentang umurnya. Paling tua itu kakak saya, 22 tahun, dan paling muda... 1 atau 2 tahun (saya lupa, pokoknya di mata saya doi seorang bayi). Saya cucu kedua tertua di keluarga ini. Jadi, ya bisa dibayangkan, bermain dengan sepupu saya jadi seperti kembali ke masa kecil, tapi entah kenapa lebih melelahkan (mungkin karena saya harus gendong sana gendong sini).

Intinya, kemarin sore kami ke Bandung Carnival Land.

Ea.

Mainannya yaaaah, gitu-gitu aja. Sangat seru untuk anak kecil. Cukup serulah untuk saya. Saya paling suka Bom Bom Car. Menurut saya Bom Bom Car adalah representasi kebebasan yang sangat gaul, orang tanpa SIM boleh nyetir, dan di sana tiap orang bebas menabrak mobil siapapun tanpa menyulut kemarahan, tidak seperti di jalanan. Bahkan, di Bom Bom Car, makin ditabrak makin ketawa. Hahaha.

Anyway, semua berjalan dengan oke, dan saya masih memegang teguh janji saya: tidak akan masuk ke rumah hantu. Tapi, ada dua saudara saya, 6 SD dan 1 SMP, merengek-rengek minta ditemani ke rumah hantu.

"Udah, berdua aja," kata saya.
"Gak seru, mbak. Apaan cuma berdua..."

Meski begitu, akhirnya mereka tetap masuk, berdua saja, tapi ikut rombongan orang lain. Saya pikir saya sudah lepas dari jerat rumah hantu.

Tapi ternyata saya salah.

T_T

Sepupu saya yang 1 SMP malah kepingin masuk dua kali. Tapi, yang 6 SD menolak. Akhirnya, kembalilah dia merengek-rengek pada saya, sampai berlutut-berlutut segala. Sebenarnya, dalam hati, saya penasaran sih apa yang ada di dalam. Tambahan lagi, ada perasaan dalam jiwa saya yang ingin mengalahkan semua rasa takut saya pada benda-benda tidak jelas di dalam, yang sejati-sejatinya adalah patung-patung dan manusia-manusia bertopeng. Sungguh hal-hal yang tidak pantas ditakuti. -__-

Akhirnya, saya bersama sepupu saya, ikut rombongan anak-anak SMP.

Tadinya saya ingin menceritakan kisah di dalam, tapi yaaah, nanti saya malah membongkar rahasia rumah hantu Bandung Carnival Land yang mulia ini, jadi saya tutup mulut saja deh. Yang jelas, ketika lagi heboh di dalam, tiba-tiba ada anak yang teriak-teriak,"SANDAL ABDI, SANDAL ABDI"

Hahahahaha. Sandalnya copot. :P

Yah, saya keluar dengan ngos-ngosan karena lari-lari. Dan semua kejadian di dalam tadi sempat bikin saya parno selama beberapa jam. Sempat, ketika saya lagi cuci-cuci tangan di kamar mandi dengan pintu terbuka, adik sepupu saya datang, dan saya benar-benar kaget sampai dia cekikikan.

-____-

Sepupu saya yang 1 SMA cerita, dia juga pernah masuk ke rumah hantu di Lotte Mart. Katanya dia dikejar-kejar di situ. Lalu ada 1 temannya, cewek, saking takutnya dia langsung maju ke depan, dan, DOR. Ditonjok aja lah hantunya. Gara-gara itu, hantu-hantu yang lain katanya langsung mundur pelan-pelan. HAHAHAHA takut ditonjok.

Malam harinya, kami semua pergi ke sushi tei, ditraktir orang-orang tua :D (senangnya menjadi anak-anak, kya), dan di sana kami saling menghina satu sama lain dengan sebutan 'kampungan' dan 'pupuk kandang'. Kyaaaaaaaaaa mudik yang lelah tapi okeeeeeeeee :D

Anyway, di sini saya bahasnya bagian senang-senang bersama keluarga ya. Bagian duniawinya aja :P

2 comments:

kehen said...

mending tu anak sendalnya copot di rumah hantu, gue : lens cap gue jatoh dong! pas di bagian "seru2"nya. lo tau lah jap maksud gue bagian yg mana. hahaha...

Jeanne Eureka said...

Jap, kenapa lo harus menularkan pupuk kandang ke sodara-sodara lo...