Anka dan Anti

Prianka dan Rumanti alias Anti alias Uti berbincang-bincang melalui Yahoo Messenger, memecah keheningan malam lewat gemeretak jari beradu dengan papan kunci (keyboard. hahaha)

Uti: besok bangunin gue, ya, jap. takut ga bangun, ini masih bikin tugas
Anka: okok, gue juga masih bikin foster kok
Uti: cemangattt. lo di avi?
Anka: indak, avi di cisitu masa. ._.
Uti: di yudki? rapat?
Anka: indak.
         di temannya yang saya tidak ketahui siapa
         alias
         misterius, ti (berbisik)
Uti: GUA KAN DI CISITU!
         jangan-jangan
Anka: JANGAN-JANGAN
         AVI DI TEMPAT LO
Uti: *gemerisik di belakang*
Anka: coba cek
Uti: eh kok gue deg-degan ya
Anka: HAHAHAHAHA
         masukin blog ah
Uti: -__________-

Dan malam pun kembali senyap, diiringi tugas-tugas Rumanti yang masih bergelimpangan, dan poster-poster kuning Prianka yang berbaring di lantai kosan dengan nyaman.

Yang Paling Saya Tunggu

Yang paling saya tunggu-tunggu dari blogger akhirnya hadir juga, bertubi-tubi pula: update dari teman-teman yang saya follow. Setiap kali saya buka blogger.com, saya selalu langsung scroll ke bawah dan menantikan posting baru dari teman-teman. Biasanya kosong. Tapi kali ini ada lima :D

Sebut saja dari si Riri yang menceritakan tentang bus besar yang rutin membawa doi pulang pergi ngampus. Mungkin, kalau Riri itu saya, judul postingannya bukan '213', tapi 'Caheum-Ledeng' si ijo ganteng yang kadang-kadang ngetem dengan nyebelin, tapi sering juga ngebut ugal-ugalan sampai-sampai saya tiba di ITB 5 menit lebih awal dari dugaan saya. Haha. Thanks to si Aa angkot. Aa tau aja deh saya suka berangkat ngepas :3

Dan berikutnya Jeanne yang dengan suksesnya mengingatkan saya tahun 2011 akan berakhir dalam hitungan 2 bulan. Astaga, coba, resolusi apa yang belum saya penuhi? Saya langsung teringat pada target saya tahun ini: 12 buku. Dan saya baru menyelesaikan... (sebentar, saya hitung dulu) astaga, hanya enam -______- setengah dari target. Sebenarnya saya tengah menyelesaikan dua buku sekaligus, tapi... bahkan dua bulan ini saya tidak menyentuh buku lagi, selain buku kuliah tentu saja. Oh iya, anyway, selamat kepada Jeanne yang sudah dua bulanan sama si Gula Tomat <3 hihi.

Kemudian, muncul juga Avi dengan tulisan tentang orang dewasa yang sebenarnya sama bingungnya sama anak kecil. Intinya, dia menyatakan bahwa sebenarnya orang dewasa tidak lebih pintar juga dari anak kecil (betul ga, Vi? Cmiiw). Saya tidak ambil pusing, entah benar atau tidak, tapi menurut saya berpikir seperti itu oke juga ya, jadinya kita tidak akan pernah merasa lebih pintar dari orang yang lebih muda. Tidak sok tahu. Jadi nanti, kalau kita sudah supersenior, kita tidak bakal meremehkan yang superjunior. Atau, mungkinkah si Avi sudah terlalu pintar dan bijaksana, sampai-sampai dia seperti padi, kasih tak sampai semakin berisi semakin merunduk. Wah, selamat ya Avi, Anda sudah mencapai tahap tertinggi dari kehidupan padi, tinggal dipanen. :D Tapi, kalau saya pribadi sih berpikir bahwa makin dewasa itu justru makin bingung. Kalau waktu kecil, kita tidak tahu bahwa kita tidak tahu. Sedangkan semakin dewasa, kita makin menyadari betapa banyaknya hal-hal yang tidak kita ketahui.

Ada juga Ika yang sama seperti saya, lagi bisa bernafas dengan santai. Idle sebentar lah, ya. Capek juga kalo sprint terus hahaha. Dan gue sedang memikirkan hal yang sama juga dengan Ika, tapi beda bahasa aja: practice makes perfect. Doi ngomongnya pakai perumpaan pedang makin diasah makin oke. Dan sama lagi seperti Ika, saya memikirkan ini dalam rangka kekalahan dalam pertandingan; Ika badminton, kalau saya voli.

Dan yang terakhir; blog yang baru saya ikuti: http://thoughtballoonhelium.blogspot.com/
Tema yang diangkat sedang 'TI banget', dan kebetulan, berkaitan dengan mata kuliah yang ujiannya kemarin kacau. Hahahaha, ini blog ngingetin aja, sih.

Lalu, kemudian update-an saya muncul di Reading List follower saya. Hoho, kalau saya sih senang banget saat Reading List-nya penuh dengan yang baru-baru, tapi rasanya itu jarang terjadi, ya. Teman-teman saya sibuk semua, yaaah, semoga perjuangan kita semua bisa menghasilkan buah yang manis ya nantinya. Okelah, saya mau belajar buat kuis besok. Habis itu tidur :p

Uti, Si Anak Mikrobiologi

"Eh, Jap, lo lagi dikelilingi anak-anak mikro loh. Lo merasa besar gak?"

---


"Praktikum kita itu gaib, Jap. Lo harus memindahkan sesuatu, padahal itu gak keliatan, tapi kita yakin itu ada di situ. Praktikum kita itu gaib, Jap."

---

Dan saya juga bingung judulnya apa

Pertama-tama, sebenarnya saya bingung bagaimana mengawali tulisan ini. Saya beberapa kali ketik-hapus-ketik-hapus, sampai akhirnya saya memutuskan untuk mencurhatkan tentang kebingungan saya itu. Hahaha.

Bagaimana pun juga, hari ini adalah hari yang sangat riang dan cerah bagi saya. Hihi.

(Brb cengengesan)

Yah, ini kan kabar gembira, tidak apa-apa lah kalau saya cerita-cerita di sini; tim voli saya, Mahasiswa Teknik Industri, berhasil menang di pertandingan tadi pagi. Memang masih pertandingan pertama sih, bukan semifinal atau final. Tapi, yah, kalau bahagianya mau ditunda sampai menang final, ih mana seru. Mendingan saya nikmati saja dulu detail-detail ini :D

Padahal buku-buku pelajaran saya sudah teriak-teriak minta dibaca.

Tapi, tidak apa-apa lah, saya main voli sebentar. Saya enjoy, kok. Ada yang bilang, kalau kamu menikmati waktu yang kamu buang, itu artinya kamu tidak sedang buang-buang waktu. Hehe :D
Apalagi ada rasa paska voli itu loh (paska semua jenis olahraga sih tepatnya); sedikit rasa pegal, rasa kaku di otot, perut yang lapar, mata yang mulai mengantuk, tapi sekaligus dicampur dengan rasa segar di seluruh badan. Semua itu adalah campuran perasaan yang...

yang bikin high.

*sakaw*

Yasudahlah, buku-buku dan kasur sudah mulai memanggil lagi. Saya rasa, saya pilih kasur dulu, karena saya belum istirahat dari tadi sehabis voli, lalu saya bangun tengah malam nanti dan mulai malam mingguan sama pelajaran kuliah (Y).

semangat ya semuanya

di bawah langit bandung yang mendung ini saya bersenandung dengan bingung dibawah beban yang minta ditanggung.

haha ga deng, lagi asal aja mau bikin rima yang ung ung ung, soalnya tadi langit bandung mendung beneran. pas gue pulang dari kampus, abu-abu banget deh langitnya. menaungi gue yang jalan sendirian dengan tas baru dan jaket baru (ehm. hahahahahahha.)

yah, pokoknya begitulah. setengah jam kebelakang tadi gue habiskan untuk menulis email kepada beberapa teman untuk urusan sebuah acara, dan yaaaah, cukup membuat mata gue kriyep-kriyep ngantuk. padahal udah rencana mau belajar abis ini.

belajar?

BELAJAR?

haha iya, pusing juga nih lama-lama. ujian sebentar lagi dan gue masih ngengangengo menyemenye gajelas. ga semenye itu sih, tapi lumayan menye lah. halah. menye apa pula artinya. yah pokoknya begitulah.

ini ujian kenapa jadi horror banget ya buat gue -___-
mungkin karena biasanya ujian-ujian  yang gue alami tidak semenuntut itu. dan sekarang gue merasa dituntut banget. tuntutan tinggi.
ibaratnya orang bisa nyanyi. kalo nyanyi-nyanyi sendiri di kamar mandi kan biasa aja rasanya, ga ada tuntutan gitu. tapi misalnya nyanyi buat audisi, pasti ada tuntutan untuk menjadi perfek dan mungkin menarik hati jurinya juga. karena ada tuntutan itulah yang bikin grogi.

padahal sama-sama nyanyi, tapi ada saat-saat yang bikin grogi lebih dari biasanya.

astagaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

huff.

terakhir kali gue grogi karena tuntutan, gue akhirnya gagal memenuhi tuntutan itu.
ya ampun ya Tuhan saya tidak mau gagal kali ini.

astaga hahahahahahahaha

lalalalalalalalalalalalala paniknya naujubile.
astaga ini gue grogi parah ya ampun hahahahahahhaha udah ga jelas kan isi tulisannya


ah bodo, kalo ga mau baca yaudah ga usah baca (pundung sendiri haha)

hmm hmm.... adrenalinnya tinggi bener kali nih ya.

hush hush, tenang-tenang ya prianka. bisa laaah, bisa. makanya belajar, jangan ngeblog, men. gunakan waktu sebaiknya, bikin tugas aja, jangan kebanyakan main laptop, baca novel, dan tidur. dunia ini cukup lama kok kalo lo bangun terus ga tidur-tidur (HAHA YA KALI GUE PENGEN TIDUR OI)

haha.

ah tau ah.

grrraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa SEMANGAT YA SEMUANYA :D

oh, ini deh.

mau cerita ini deh, soal penantian.
ada apa dengan penantian?
jadi, kemarin-kemarin, gue baru-baru aja ngobrol sama beberapa teman gue, soal komik detective conan. si ran-nya sabar banget ya nungguin sinichi. hahaha.

keren lah ran.

tapi, masalahnya gue yang ga sabar nih!

terakhir kali gue baca komik itu tuh nomer 40an. 48 atau 49 kalo ga salah. saat itu gue udah gondok banget kenapa ran sama sinichi ga ketemu-ketemu. apalagi sempat ada cerita (maaf ya kalo spoiler, tapi kan ini udah edisi lama juga) si conan sempat punya obat yang bisa bikin dia gede sementara. abis itu, ketemu deh sama si ran. di ujung cerita, si conan pengen ngelamar ran gitu di restoran tempat bapaknya ngelamar ibunya. tapi yah, seperti yang bisa ditebak, ujung-ujungnya si sinichi malah ngecil lagi, jadi dia ngedatengin ran sebagai conan, yang pura-pura membawa pesan kalo sinichi harus pergi lagi.

cih.

waktu itu gue udah mikir gue gamau baca komiknya lagi sampe terbit edisi paling terakhir. hahahhaha.

memang penantian itu menyebalkan.

Di Luar, Pagi Berembun

Di luar langit mendung. Hawa pagi Kota Bandung masih segar dan, serunya, berembun. Tidak ada yang seru dari embun sih, tapi melihat taman di kosan yang tampak berkabut ini mengingatkan saya pada suasana Puncak dan saya sangat ingin ke sana.

Ingin liburan.

Kemarin malam saya tertidur dalam keadaan tidak sadar. Hahahaha, jadi sebelum tidur saya sudah setengah ketiduran. Sleepception kali ya :p

Ngomong-ngomong, blog ini sudah sangat berdebu, tidak terawat, dan berminyak. Harus dibersihkan dan mungkin sebenarnya harus diisi lagi. Kalau bicara soal mengisi blog, wah banyak sekali yang bisa saya tuliskan di sini. Tapi.... yah, anggap saja ada keterbatasan waktu. Dan mungkin keterbatasan kerajinan. Dan keterbatasan privasi. Dan keterbatasan perasaan. Yah apapun lah hahahaha.

Bagaimana pun juga, di luar langit pagi tampak mendung. Mungkin hari ini saya harus bawa payung.

Prianka

I didn't plan to write anything on this blog right now, but i just found something interesting, from the internet, of course (where else we can find facts and informations as cheap as it could be?).

So, what did I find? Well, look up at this title: Prianka. Hahahahahaha. I just found another Prianka. It was not that interesting since I already had a friend named Donda Priyankha and I also already knew about Priyanka Chopra, the pretty Indian artist. Oh, maybe this is more interesting: Wahyuni Priyanka "something". It's the combination of my name and my friend's name; Wahyuni Permata.

(Suddenly, I think that this topic is as interesting as watching a cow sleeps for you since most of you don't have Prianka in your names, but well, I just want to share :P )

So, back to the beginning, what did I find? I found a heello account (I don't know what that is either) named Dea Prianka and she desribed herself as curious, clumsy, adventurous, full of laziness and boredom, rhotacism, caring, and daring.

Nah.

I think I'm curious enough but my curiousity doesn't really bring me into 'stalking thing' :p, so I won't describe myself as curious. But, well, to be honest, hmm, I admit myself as clumsy -- how many times I've lost my goods, how many times I didn't bring my wallet to college :/

Adventurous >> obviously, I wrote it for describing me in this blog account!

About full of laziness... I'm not lazy, I pay attention at class, I study well (haha) but still, how many times I mentioned about me being 'mager' in this blog? Mager >>>> males gerak, it contains the word 'males' a.k.a lazy. Hmmmmmmmmmmmmmmm, I need to start MOVING. -___-

Boredom.
Nah, I don't consider myself as a boredom. I can tell I am almost always excited :P

And rhotacism. Me too! Me too! Are every priankas born to be a rhotacism? Hahahahahaha. Anyway, honestly, I'm a bit ashamed of being a rhotacism SO let's just not talk about it!

The last; caring and daring. I don't really care about this Prianka writing about caring and daring because I'm already amazed with the similarities we share, dear Dea Prianka. It first excited me (so I decided to write about it here), but now I feel I am no longer original.

I thought I'm gonna be the only girl Prianka in this world :P

Di suatu pagi...

Di suatu pagi yang sangat mager... hmm, bukan pagi sih, tepatnya. Meskipun jam laptop masih berkata AM, tapi ini sudah sangat hampir jam 12 yang artinya sudah siang --- ngomong-ngomong, masih terasa pagi buat saya, saat ini, karena saya belum berkegiatan apapun selain makan, baca novel, dan online.

Bukan salah saya!

Jadi gini, saya sudah merantau kembali ke kota pendidikan saya dari hari Rabu kemarin karena kuliah sudah dimulai keesokan harinya. Saya pikir ada praktikum hari Kamis, ternyata tidak ada! Jadilah saya menganggur Kamis itu. Ya sudahlah saya berusaha berpikir positif,"yaaah gapapa lah, kan kecepetan satu hari doang."

Tapi ternyata!

Ternyata kuliah hari Jumat, yang hanya 2 jam, juga dibatalkan.

.................................

Apa-apaan -___________-

Jadilah saya mager sedemikian rupa ini, mau ngendon di kamar jadi kayak orang bego, mau ke kampus juga mau ngapain, mau jalan-jalan juga bingung, jadilah benar-benar bego di kamar doang ditemani beberapa buku, laptop, dan koneksi internet yang menyenangkan cepatnya.

Okelah, lanjut, dan tadi, di tengah kemageran saya yang luar biasa, saya buka-buka tumblr beberapa teman saya dan menemukan video ini.

Move.


Kata-kata move itulah seperti menampar saya di tengah siang bolong (harusnya seperti petir di tengah siang ya? hahaha).

Iya nih, saya harus move.

Tapi kemanaaaaaaaaaa? Mager aaaaaaah.

(teteup aje, ga berubah)

Lebaran Terlelah

Bangun tidur hari ini diiringi rasa pegal pada kaki dan pantat saya. Kemarin lebaran, dan kemarin saya mudik, dan sekarang sudah di Jakarta lagi.

Semenjak diresmikannya tol Cipularang, akses dari ibukota ke Kota Kembang jadi semudah mendapat pacar di iklan Ponds. Tidak usah repot-repot dan mabok-mabok di jalanan Puncak yang berliku-liku seperti kehidupan ini (haha), tinggal lurus saja dari Jatiwaringin, mikir sebentar, tiba-tiba sudah Pasteur (untung bukan saya yang nyetir, jadi derita sesungguhnya tidak terasa :p).

Yak, balik lagi, lebaran ini sangat melelahkan. Mungkin, alasan keduanya adalah keluarga kami pulang pergi. Alasan pertamanya adalah... sepupu-sepupu saya.

Untuk gambaran saja, di keluarga saya, jumlah generasi ketiganya (generasi saya) ada 11 cucu dari 7 anak. Jumlah yang banyak mungkin menyenangkan, tapi yang menyebalkan adalah rentang umurnya. Paling tua itu kakak saya, 22 tahun, dan paling muda... 1 atau 2 tahun (saya lupa, pokoknya di mata saya doi seorang bayi). Saya cucu kedua tertua di keluarga ini. Jadi, ya bisa dibayangkan, bermain dengan sepupu saya jadi seperti kembali ke masa kecil, tapi entah kenapa lebih melelahkan (mungkin karena saya harus gendong sana gendong sini).

Intinya, kemarin sore kami ke Bandung Carnival Land.

Ea.

Mainannya yaaaah, gitu-gitu aja. Sangat seru untuk anak kecil. Cukup serulah untuk saya. Saya paling suka Bom Bom Car. Menurut saya Bom Bom Car adalah representasi kebebasan yang sangat gaul, orang tanpa SIM boleh nyetir, dan di sana tiap orang bebas menabrak mobil siapapun tanpa menyulut kemarahan, tidak seperti di jalanan. Bahkan, di Bom Bom Car, makin ditabrak makin ketawa. Hahaha.

Anyway, semua berjalan dengan oke, dan saya masih memegang teguh janji saya: tidak akan masuk ke rumah hantu. Tapi, ada dua saudara saya, 6 SD dan 1 SMP, merengek-rengek minta ditemani ke rumah hantu.

"Udah, berdua aja," kata saya.
"Gak seru, mbak. Apaan cuma berdua..."

Meski begitu, akhirnya mereka tetap masuk, berdua saja, tapi ikut rombongan orang lain. Saya pikir saya sudah lepas dari jerat rumah hantu.

Tapi ternyata saya salah.

T_T

Sepupu saya yang 1 SMP malah kepingin masuk dua kali. Tapi, yang 6 SD menolak. Akhirnya, kembalilah dia merengek-rengek pada saya, sampai berlutut-berlutut segala. Sebenarnya, dalam hati, saya penasaran sih apa yang ada di dalam. Tambahan lagi, ada perasaan dalam jiwa saya yang ingin mengalahkan semua rasa takut saya pada benda-benda tidak jelas di dalam, yang sejati-sejatinya adalah patung-patung dan manusia-manusia bertopeng. Sungguh hal-hal yang tidak pantas ditakuti. -__-

Akhirnya, saya bersama sepupu saya, ikut rombongan anak-anak SMP.

Tadinya saya ingin menceritakan kisah di dalam, tapi yaaah, nanti saya malah membongkar rahasia rumah hantu Bandung Carnival Land yang mulia ini, jadi saya tutup mulut saja deh. Yang jelas, ketika lagi heboh di dalam, tiba-tiba ada anak yang teriak-teriak,"SANDAL ABDI, SANDAL ABDI"

Hahahahaha. Sandalnya copot. :P

Yah, saya keluar dengan ngos-ngosan karena lari-lari. Dan semua kejadian di dalam tadi sempat bikin saya parno selama beberapa jam. Sempat, ketika saya lagi cuci-cuci tangan di kamar mandi dengan pintu terbuka, adik sepupu saya datang, dan saya benar-benar kaget sampai dia cekikikan.

-____-

Sepupu saya yang 1 SMA cerita, dia juga pernah masuk ke rumah hantu di Lotte Mart. Katanya dia dikejar-kejar di situ. Lalu ada 1 temannya, cewek, saking takutnya dia langsung maju ke depan, dan, DOR. Ditonjok aja lah hantunya. Gara-gara itu, hantu-hantu yang lain katanya langsung mundur pelan-pelan. HAHAHAHA takut ditonjok.

Malam harinya, kami semua pergi ke sushi tei, ditraktir orang-orang tua :D (senangnya menjadi anak-anak, kya), dan di sana kami saling menghina satu sama lain dengan sebutan 'kampungan' dan 'pupuk kandang'. Kyaaaaaaaaaa mudik yang lelah tapi okeeeeeeeee :D

Anyway, di sini saya bahasnya bagian senang-senang bersama keluarga ya. Bagian duniawinya aja :P

(sebenarnya ada banyak hal)

Di antara Avi dan Raisa yang lagi beresin kamarnya si Avi, gue asik nangkring di kasur sambil ngetik. Jadi, tadi kamarnya hancur gitu, di mana-mana kertas. Biasalah anak arsi. Dan tadi pas pertama masuk, Avi langsung mengintroduce,"siap-siap ya lihat kamar gue."

Tapi, sebenarnya kamar doi pernah lebih parah lagi sih. Entah kenapa dia bilang ini yang paling parah. Padahal yang waktu itu ada darah di lantai, ada pakaian "tertentu" di lantai, kertas (seperti biasa), dan lain sebagainya.

Sebenarnya lagi ada banyak yang mau dibicarakan, tapi... udah kesimpan kelamaan. Ibaratnya kayak menyimpan plastisin di tempat yang agak panas, terus ada beberapa gumpalan plastisin, tapi karena agak panas, mereka jadi meleleh dan menjadi satu gitu. Intinya, jadi campur aduk dan udah bingung mau ngomong apa lagi.

Hmmm...

Ledakan Bintang Jatuh

Saya ada di suatu tempat, entah di mana, bersama beberapa sepupu dan satu tante. Pemandangan langit kali itu sangat aneh. Ada matahari bersinar seperti siang dan ada satu bulan berwarna kemerahan di diagonal bawahnya matahari. Lalu, tiba-tiba muncul cahaya lain, di atas bulan dan di samping matahari. Jadi, kira-kira mereka membentuk segitiga siku-siku. Tapi, cahaya ketiga itu tidak bertahan lama, hanya berselang beberapa detik, cahaya itu memudar.

Saya sedang duduk di samping seseorang perempuan, yang saya tidak ingat siapa, mungkin sepupu saya, tapi yang jelas saya (ceritanya) sangat dekat dengannya. Kami semua memperhatikan langit dengan bingung, kecuali satu sepupu saya yang masih empat tahun, dia ngoceeeeh terus di depan saya dan cewek sebelah saya.

Tidak lama setelah cahaya ketiga memudar, muncul dua benda langit lainnya. Mereka sangat kecil, siukuran bola pingpong. Hmm, bola pingpong saja terlalu besar. Tapi kalau kelereng terlalu kecil. Yah, intinya seukuran bola-di-antara-pingpong-dan-kelereng. Dan kedua bola itu transparan. Kedua bola itu jatuh dari langit dan meninggalkan asap di sekitarnya, makanya kami jadi tahu ada sesuatu yang jatuh meskipun mereka transparan.

Kedua bola itu jatuh di dekat saya dan sepupu-sepupu saya.

Kemudian, semua menjadi sangat terang dan putih dan menyilaukan. Saya menutup mata saya dan memegang siku sebelah saya itu. Bunyi ledakan terjadi berkali-kali. Dan entah bagaimana saya menyimpulkan itu adalah sisa-sisa serpihan bintang jatuh.

Ledakan itu terjadi beberapa saat, dan tiba-tiba saya teringat pada sepupu saya yang masih kecil itu. Saya menggapai-gapai tangan ke depan, tapi ternyata dia sudah tidak ada di sana. Mungkin terlempar.

Dan benarlah. Ketika saya membuka mata, saya dan sebelah saya itu sedang ada di langit, terlempar dari tempat saya dan sedang mengalami, kalau dalam bahasa fisikanya, gerak parabol dan titik puncak saya sangat tinggi. Saya melihat sebuah kota di bawah saya, dan lama-lama kami semakin mendekat ke bumi.

Saya lupa saya mendarat di mana, tapi yang jelas, saya mendarat di tempat yang empuk dan saya tidak mati. Lalu saya dan sebelah saya itu nebeng mobil pemadam kebakaran dan entah bagaimana berhasil tiba di tempat saya tadi.

Ternyata, adik sepupu saya yang kecil itu benar-benar terlempar dari sana. Tapi untunglah seseorang menemukan dan mengembalikannya ke tante saya, dalam keadaan yang berdarah-darah. :'(

Selanjutnya, saya lupa apa yang terjadi, tapi rasanya seperti petualangan kami di ITB dengan sepeda. Pokoknya seru tapi saya lupa hahahahha.

Mimpi yang bagus, ya :D

Selesai Sudah Pencarian!

Hihi, sebenarnya saya sama sekali tidak berniat menulis apapun (terutama) di blog ini sekarang. Tapi, yah namanya juga kejutan, tidak menyangka juga ini akan terjadi hari ini.

Jadi, apakah yang terjadi?

Hmm.

Begini, Jeanne Eureka, teman SMA saya yang satu ini:


yang dulu rambutnya kayak telur,


teman adventure saya, baik melalui jalan alay,


maupun melalui jalan yang lumayan mahal,


yang tampil sangat jelek ketika sakit,


dan sangat berbentol ketika kena ulet bulu, :P


akhirnya, SAUDARA-SAUDARA, AKHIRNYA, dengan bangga saya menyatakan, Jeanne telah menemukan TAMBATAN HATINYA.



Hari ini, sayang, aku akan pulang.
Berlabuh di dekat cintamu.
Karena pelukmu akan selalu membuat diriku jatuh cinta.
- Andien


Kyaaaaaaa, ceyamat ya Jeanneeee. Uuuuuuuuu. Confetti! Confetti! (Jen, lo coba bayangin malem-malem gini tiba-tiba gue ke Dago beli confetti terus meledak-meledak sendiri di kamar kosan HAHAHAHAHAHA)

Saya turut senang!


Dan anak-anak hancur ini juga pasti senang! :D


Hahahahha, jadi bagaimanakah rasanya, Jeanne?
Apakah seperti dilempar sama slingshot? :P





Hahahahhaha.

Anyway, sekali lagi, selamat ya cyiiiiiiiiiiiiiiin hihihihi I'm happy for you :D selesai sudah pencarianmu :D (semoga langgeng)
HIDUP wanita seutuhnya!!!! *\(^_^)/*


----------Lampiran----------

Prianka: yaudah mau ngomgs aps?
Prianka: maneh jadian?
Prianka: hahahahah
Jeanne: duh jadi malu
Jeanne: iya bener sih
Jeanne: HA HA HA HA HA HA HA
Jeanne: (samps kelas kakap)
Prianka: HAHHAHAHAHAHAHAHAHA
Jeanne: plis gue pengen ngakaque nih jap sumprit
Jeanne: hahahahahahahahhahahaahhaa sampah
Prianka: hahahahahaha
Jeanne: eh gue cius
Jeanne: hahahahahahaha
Prianka: HAH
Jeanne: duh gue pengen ketawa tapi entar pasti nyokap bingung kenapa, jd gue ketawa disini
Prianka: LO BENERAN JADIAN
Jeanne: HAHAHAHHAHAHAHAHA
Jeanne: sherina
Jeanne: hahahaha
Prianka: ????????????????????????????????????????????????????????
Prianka: CONFETTI
Jeanne: cius
Prianka: BELI CONFETTI
Jeanne: beliin gih
Prianka: SUBHANALLAH
Prianka: SERIUS
Prianka: ASTAGA
Jeanne: SUBHANALLAH
Jeanne: serius
Prianka: MAU DOA GUE
Prianka: HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
Jeanne: HAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHAHANCUR
Prianka: BENERAN JEN?????????
Prianka: GUE NGAKAK NIH
Prianka: HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHA
Jeanne: GUE JUGA NYEEEEEEEEEEEEEEEEETTTT
Jeanne: hahahahahhahahahahahahahaha
Prianka: HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
Jeanne: gue ngakak tanpa suara nih
Prianka: GUE SAMPE TEPUK TANGAN SEGALA
Prianka: HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
Prianka: GAKUAT
Jeanne: itu lebih menyakitkan dari ngakak dengan suara sumpah
Prianka: PENGEN OFF
Jeanne: GABOONG
Prianka: PENGEN OFF
Jeanne: JANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANNNN
Prianka: HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
Jeanne: JANGAN DONG AH ELAH
Prianka: SIAPA YANG UDAH TAU
Jeanne: hmmmm
Prianka: SUMPAH INI JADI GENG KEPSLOK AMAT
Prianka: HAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHA
Prianka: SUMPAH
Jeanne: TEMEN SMP GUE, ETA DAN ELO
Prianka: SUMPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH
Prianka: SUMPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH
Prianka: GILAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
Prianka: HAHAHAHAHHAHAHAHAHAHA
Jeanne: KEPSLOK ATTACK
Jeanne: WOY GILAK
Prianka: GATAU MAU NGOMONG APA
Jeanne: BOCAH SINTING
Prianka: HAHAHAHAHAHA
Prianka: SELAMAT YEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE
Jeanne: HOMAIGAT
Jeanne: KESANNYA GUE KAYAK ABIS MELAHIRKAN GITU DAH
Prianka: SIAPAKAH LELAKI BERUNTUNG ITU??????????????????
Jeanne: HAHAHAHAHAHAHAHAHA
Prianka: HAHAHAHAHHAHAHA
Prianka: NGAKAK BANGET NIH
Jeanne: GAJADI GUE KASIH TAU DAH
Prianka: HHAHAHAHA
Jeanne: TADINYA UDAH MAU NGASI TAU ORANGNYA SAPOSE, TAPI GAJADIK
Prianka: CEPETTT KASIH TAU
Prianka: KASIIIIIIIIIIIH
Jeanne: INISIALNYA R

.................

Saya sempat speechless loh, dan saya juga melalui tahap-tahap nganga depan monitor, ketawa tanpa suara, tepuk tangan sendiri, jedukin muka ke kasur, hahahahaha BAYANGKAN JEANNE, RASANYA EMANG KAYAK TIBA-TIBA LO CERITA LO GANTI KELAMIN HAHAHAHHAA.

he~

Dengan Menyebut Nama Allah

Dengan menyebut nama Allah
Jalani hidupmu
Yakinkan niatmu
Jangan pernah ragu

Dengan menyebut nama Allah
Bulatkan tekadmu
Menempuh nasibmu
Kemanapun menuju

Serahkanlah hidup dan matimu
Serahkan pada Allah semata
Serahkan duka gembiramu
Agar damai senantiasa hidupmu

posmo

manusiawikah aku jika aku melarang mereka yang saling mencintai?

manusiawikah aku jika aku mencegah mereka yang ingin bersama?

manusiawikah aku menghalangi mereka melakukan apapun yang mereka mau?

inilah hak-hak manusia di dunia
manusiawilah, kau tidak berhak terhadap hak orang lain
manusiawilah, kau juga ingin dihargai
manusiawilah, karena inilah hak-hak manusia di dunia


benarkah aku jika aku manusiawi
sementara Dia telah dengan jelas berkata kepada dunia?

ketika persimpangan,
berhadapan dengan jalan yang bercabang
di tengah medan yang berbatu, berduri

dan ketika bunga diam-diam kembali mekar
yang layu menjadi segar
akankah kau jaga atau kau buang
yang terasa hanyalah gamang

saat itu aku teringat untuk menangkupkan tangan di depan dada
dan berharap
menengadahkan kepala ke atas
menatap meminta

"akankah aku menjadi yang dikasihi?"

aku ingin memahami
lebih dari guru telah berusaha pada muridnya
aku ingin menghayati
lebih dari pujangga pada puisinya
aku ingin melakukan
lebih dari ilmuwan pada laboraturiumnya

dan ketika di persimpangan jalan yang berbatu,
ataupun ketika bunga mekarku layu kembali
akan kutangkupkan tangan lagi
karena hanya ada satulah tempat berharap
dan bersyukur

orisinal...?

ada sesuatu, lalu tiba-tiba CLING muncul ide yang fresh dan baru, yang gue yakin belom pernah muncul di otak orang lain, tiba-tiba saja muncul fakta, ternyataaaaaa, udah banyak orang yang mikirin hal sama juga.

-______________________-


dari orisinil jadi pasaran.

kabur

katanya kalo ada keinginan khusus akan suatu makanan yang spesifik, itu berarti tubuh emang lagi butuh suatu zat yang ada di situ. misalnya, eh gatau sih ya, ini persepsi awam-non-biologi, tubuh kekurangan garam terus jadi pengen makan yang asin-asin.

dan sekarang gue lagi pengen jus kotakan gitu, atau yoghurt, terus karena apadaya-kulkas-kosong, gue kepikirannya redoxon. ups, nyebut merk. yaudahlah ya. anyway, mungkin lagi kekurangan vitamin C badan ini rupanya.

hmm.

terus ya, kalo seminggu penuh bahkan lebih lagi banyak kerjaan yang padat dan intens bak badan binaragawan, di suatu hari yang akhirnya tenang, pasti jadi pengen ngilang gitu.

kabur dari dunia.

tapi kaburnya masih di dunia juga sih haha.

yang enak tuh ke toko buku, ngendon di kamar nonton dvd, baca buku, dan onleno, dan yang pasti enak: creambath

di setiabudi. (ada maksud ke satu salon tertentu di bumi parahyangan ini hehe)

atau nangkring di tempat makan tertentu, nyantai sendirian, sambil bawa-bawa buku yang belom tentu dibaca juga.

kadang-kadang yang gini nih bikin mahal pengeluaran. apalagi kalau di hati sedang ada yang berat dan di otak sedang ada yang dipikirkan; insting menghilang jadi tinggi, tapi karena hukum-hukum fisika gak mengijinkan manusia untuk benar-benar "*TING* yak, hilang!" jadi cara menghilangnya digantikan dengan sekedar kabur sambil impulsif milih makanan dan asal beli dvd sama buku.

gak rugi juga sih sebenernya, dvd sama buku kan gabisa busuk.

bisa sih, dimakan rayap. eh ini khusus buat buku. kalo dvd ya, everlasting ya?

oia, sekalian untuk info, ada toko buku lumayan seru di daerah ciumbuleuit, tadi abis dari sana, namanya "Omuniuum". pokoknya kalo mau ke sana tinggal ke unpar, abis itu cari circle K di depan unpar, ntar ada si toko itu di sana. sebelahnya ada tempat penyewaan buku juga, namanya "Gubug Dongeng". banyak komiknya. tapi yang buku biasa juga ada. coba aja deh liat sendiri.

Mager

Mager, atau malas gerak, mungkin adalah sebuah istilah baru-kemarin-lahir. Namun, sebenarnya, fenomena mager telah ditemukan bertahun-tahun lalu oleh para penemu.

Jika Anda memperhatikan dengan seksama, mager dengan sangat gamblang dijelaskan dalam salah satu konsep fisika. Coba perhatikan bab mengenai gaya. Ketika Anda mendorong suatu benda di atas permukaan yang tidak licin, Anda harus memberi gaya yang lebih besar dari gaya gesek yang ditimbulkan berat benda tersebut.

Ingatkah Anda, gaya gesek, selain dipengaruhi oleh berat benda, juga dipengaruhi oleh koefisien gesek dari permukaan lantai itu sendiri? Koefisien gesek terbagi menjadi dua jenis, yaitu koefisien gesek statis (koefisien gesek yang muncul ketika Anda memberi gaya benda yang semula diam) dan koefisien gesek kinetis (koefisien gesek yang timbul ketika Anda mendorong atau menarik benda yang sudah bergerak). Dan, menariknya adalah; koefisien gesek statis selalu lebih besar daripada koefisien gesek kinetik!

Apakah artinya itu?

Artinya, Anda harus memberi gaya yang lebih besar untuk membuat suatu benda diam bergerak dibandingkan mempertahankan benda tersebut agar terus bergerak.

Sama saja dengan fenomena mager!

Bayangkan Anda baru bangun tidur, dengan kondisi masih sangat mengantuk dan mager, Anda ingat Anda harus berangkat kuliah.

Anda harus bergerak.

Tapi malas.

Tentu saja ini adalah salah satu saat-saat berat yang harus dihadapi setiap insan yang baru membuka matanya dari tidur pulas.

Namun, di situlah poinnya! Anda memang harus memberi usaha yang lebih di awal gerakan Anda! Selanjutnya, pasti akan terasa lebih ringan.

Okelah, selamat menjalani kehidupan!

kalau saya di dunia sihir

saya mungkin bakal seneng ke toko buku di diagon alley.
terus setiap kali mau naik jetcoaster, saya hanya butuh mengambil uang di bank goblin itu, ah apa namanya... sial, sudah lupa. harus baca harry potter lagi. pokoknya di situ kan ada kereta bawah tanah yang seru itu, bisa lihat stalaktit dan stalagmit pula :P

kayaknya saya bakal suka pelajaran charms - mantra, dan potion mungkin juga menarik. potion tampaknya mirip kimia SMA. di lab, dengan berbagai bahan. asal gurunya bukan snape saja. hahaha. eh mungkin tidak apa-apa kalau gurunya snape, toh dia bencinya cuma pada harry potter.

saya pasti akan mengunjungi knocturn alley. yaaah, hitung-hitung hanya untuk memacu adrenalin :p

dan saya akan sangat menantikan kelas 3 saya, saya ingiiiiiiiin sekali ke hogsmeade. mencoba butterbeer. dan makanan lainnya.

kalau saya ikut tim quidditch, eh gimana sih tulisannya? ya itulah ya, quidditch, saya ingin jadi beater. chaser juga boleh lah. tapi saya tidak ingin menjadi snitcher - saya tidak teliti. melihat benda sekecil itu di tengah lapangan besar?? @_@ lagi pula, snitcher selalu dilindungi beater hehe. so, long live beater!

saya kepingin punya burung hantu warna putih! hiaa

dan kalau sudah kerja, saya tidak keberatan kerja di kementerian sihir, bagian... tata kota. hahahhahaha. dunia sihir butuh laaah tata kota. dan saya juga akan menjaga bagaimana caranya supaya dunia sihir tidak tampak oleh muggle, dan skenario-skenario setiap kali ada kebocoran heboh kepada muggle, serta jalan-jalan masuk yang aneh-aneh menuju dunia sihir. mungkin saya akan jadikan ambulans hantu yang ada di bandung sebagai salah satu akses ke kementerian sihir :p

hmm... apalagi ya yang bisa diimajinasikan?

ooooh, saya kepingin masuk ravenclaw! gryffindor juga boleh, tapi preferensi saya lebih ke ravenclaw hehehehe. slytherin... hmm jangan deh takut dibuli :p